SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

Transformasi Pangan Lokal: Lo’i Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa Timba Zia

Desa Timba Zia, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, tengah mengalami perubahan paradigma dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Melalui sebuah kolaborasi inovatif antara STPM Santa Ursula dan Kelompok Tani Utu Ana, masyarakat desa mulai melihat umbi talas lokal (lo’i) bukan lagi sebagai pakan ternak, tetapi sebagai sumber pangan alternatif dengan nilai ekonomi tinggi.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2024. Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini menjadi pintu masuk bagi transformasi sosial dan ekonomi berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap lo’i. Ini bukan soal makanan orang miskin, tapi potensi emas yang belum digarap,” ujar Fidentus DD Saputra, Ketua Tim PKM STPM Santa Ursula.

Pelatihan yang berlangsung pada 14 Oktober 2024, menyasar anggota Kelompok Tani Utu Ana, yang kini menjadi garda depan inovasi pangan lokal di desa tersebut. Materi pelatihan mencakup teknik pengolahan lo’i menjadi produk seperti keripik, stik, tepung, dan aneka kue. Bahkan, limbah lo’i diolah kembali menjadi pelet pakan ternak, menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Imelda Ghewo, Ketua Kelompok Tani, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang nilai tambah yang bisa diciptakan dari komoditas sederhana.

“Kami tidak hanya belajar mengolah lo’i, tapi juga belajar berpikir lebih maju—tentang kemasan, pasar, dan peluang usaha,” ungkap Imelda.

Selama ini, lo’i hanya tumbuh liar di sekitar desa dan dianggap sebagai simbol keterbatasan ekonomi. Namun pelatihan ini membalikkan narasi tersebut. Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, warga didorong untuk melihat lo’i sebagai identitas dan kekuatan ekonomi baru.

Kepala Desa Timba Zia, Pius Gama, mengapresiasi langkah ini sebagai terobosan dalam memberdayakan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap lo’i bisa menjadi pangan utama dan menjadi ciri khas desa ini di masa depan,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari integrasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di STPM Santa Ursula, khususnya dalam mata kuliah Kewirausahaan dan Ekologi Pemerintahan. Para dosen dan mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi langsung terjun ke masyarakat, mendampingi dan belajar bersama warga.

Tim pelaksana program terdiri dari para dosen aktif: Helenerius Ajo Leda, Konfridus Roynaldus Buku, Yuliana Sarina Ayu Pale, dan Ronaldo Alexander Meze, yang bersama mahasiswa melakukan pendampingan intensif selama program berjalan.

STPM Santa Ursula menegaskan bahwa program ini bukan proyek jangka pendek, tetapi langkah awal menuju pemberdayaan ekonomi desa berbasis lokalitas. Dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) memungkinkan program berjalan optimal dan memberi dampak nyata.

“Kami ingin terus mendampingi hingga masyarakat mampu berdiri sendiri dan menjadikan lo’i sebagai produk unggulan desa,” tegas Fidentus.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, Desa Timba Zia kini tidak hanya menanam lo’i, tapi juga menanam harapan baru tentang kemandirian, kreativitas, dan masa depan pangan lokal yang lebih berdaya saing.