SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

Dialog di STPM Santa Ursula Ende Soroti Ketergantungan Bantuan dan Kemandirian Ekonomi Keluarga

Ketahanan sebuah keluarga tidak hanya ditentukan oleh kondisi sosial, tetapi juga oleh kemampuan ekonomi untuk menghadapi berbagai perubahan dan tekanan kehidupan. Ketika sumber penghidupan terlalu bergantung pada satu sektor atau bantuan pemerintah, keluarga berpotensi menjadi lebih rentan ketika menghadapi perubahan situasi.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Dialog Interaktif Luar Studio RRI Ende bersama STPM Santa Ursula Ende yang berlangsung di Aula STPM Santa Ursula Ende, Senin (25/5/2026). Mengangkat tema “Kerentanan Ekonomi dan Sosial terhadap Fondasi Keluarga”, kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa STPM Santa Ursula Ende.

Salah satu pembicara, Elias Cima, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, menyoroti ketergantungan sebagian masyarakat terhadap pekerjaan formal dan bantuan pemerintah sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Menurut Elias, kerentanan keluarga merupakan persoalan yang tidak berdiri sendiri. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam keluarga maupun lingkungan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Pemberdayaan Harus Mendorong Kemandirian

Dalam dialog tersebut, Elias mengingatkan bahwa program pemberdayaan masyarakat pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, pelaksanaannya perlu diarahkan agar masyarakat tidak berhenti pada penerimaan bantuan, melainkan mampu berkembang menuju kemandirian.

“Banyak program pemberdayaan yang maksudnya meningkatkan kesejahteraan, tapi kemudian justru menciptakan ketergantungan dan menimbulkan kerentanan ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan akan lebih bermakna apabila mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Masyarakat perlu didorong untuk melihat berbagai peluang ekonomi yang tersedia, termasuk pekerjaan dan usaha di luar sektor formal.

Perspektif tersebut menjadi penting karena perubahan kondisi ekonomi dan sosial dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan keluarga. Ketika masyarakat memiliki kemampuan untuk menciptakan alternatif sumber pendapatan, keluarga memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Membangun Pola Pikir Mandiri

Elias juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar tidak menjadikan bantuan sosial sebagai satu-satunya sandaran ekonomi. Bantuan pemerintah tetap memiliki fungsi penting dalam perlindungan sosial, tetapi perlu diikuti dengan upaya membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat.

Kemandirian ekonomi, menurutnya, menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga. Masyarakat perlu memiliki keberanian untuk melihat peluang, mengembangkan usaha, serta memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Pembahasan tersebut memberikan perspektif tersendiri bagi mahasiswa STPM Santa Ursula Ende yang selama proses pendidikan juga berhadapan dengan berbagai persoalan pembangunan masyarakat.

Mahasiswa Aktif dalam Diskusi

Dialog yang berlangsung di Aula STPM Santa Ursula Ende tersebut tidak hanya menghadirkan pemaparan dari narasumber. Ratusan mahasiswa turut mengambil bagian melalui sesi tanya jawab dan diskusi.

Suasana dialog berlangsung hangat. Mahasiswa secara aktif menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pandangan terkait persoalan ekonomi maupun sosial yang berhubungan dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Keterlibatan aktif mahasiswa menjadikan kegiatan tersebut tidak sekadar forum penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa dan narasumber.

Bagi STPM Santa Ursula Ende, forum semacam ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus melihat persoalan pembangunan masyarakat dari berbagai perspektif. Isu ketahanan ekonomi keluarga, kemandirian masyarakat, dan dinamika sosial merupakan persoalan yang membutuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan berbagai pihak.

Melalui dialog bersama RRI Ende tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif mengenai persoalan ekonomi keluarga, tetapi juga diajak melihat pentingnya membangun masyarakat yang memiliki kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan sosial dan ekonomi.