SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

STPM Santa Ursula Ende dan RRI Ende Gelar Dialog Interaktif tentang Ketahanan Keluarga di Tengah Kerentanan Sosial Ekonomi

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang aktif merespons berbagai persoalan sosial kemasyarakatan melalui penyelenggaraan Dialog Interaktif Luar Studio bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Ende. Kegiatan bertema “Kerentanan Ekonomi dan Sosial terhadap Fondasi Keluarga” tersebut dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Aula STPM Santa Ursula Ende.

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan STPM Santa Ursula Ende yang antusias mengikuti jalannya dialog sejak awal hingga akhir kegiatan. Dialog interaktif tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya akademik kampus dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah dan edukasi publik mengenai isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pembangunan masyarakat, STPM Santa Ursula Ende terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat saat ini.

Dialog menghadirkan tiga narasumber yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman sosial yang relevan, yakni dosen STPM Santa Ursula Ende sekaligus mahasiswa Program Doktoral Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Universitas Gadjah Mada, Domitius Pau; Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Elias Cima; serta pegiat Migrant CARE, Maximus Deki.

Dalam dialog tersebut, para narasumber membahas berbagai tantangan sosial ekonomi yang dinilai mempengaruhi ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Isu kemiskinan, migrasi tenaga kerja, tekanan ekonomi rumah tangga, hingga perubahan pola relasi keluarga menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta.

Dosen STPM Santa Ursula Ende, Domitius Pau, dalam pemaparannya menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan masyarakat sehingga penguatan ketahanan keluarga menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial generasi muda melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Elias Cima menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan perlindungan keluarga. Sedangkan Maximus Deki membahas fenomena migrasi tenaga kerja dan dampaknya terhadap kondisi sosial keluarga di wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan berlangsung secara dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara mahasiswa dan para narasumber. Berbagai pertanyaan kritis dan reflektif disampaikan mahasiswa terkait persoalan sosial ekonomi, ketahanan keluarga, serta tantangan pembangunan masyarakat di era modern.

Melalui kegiatan ini, STPM Santa Ursula Ende kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun ruang pembelajaran sosial yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dialog interaktif tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kepedulian sosial generasi muda, serta mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran kritis dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Kerja sama antara STPM Santa Ursula Ende dan RRI Ende juga diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi publik lainnya sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam meningkatkan literasi sosial dan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu pembangunan sosial di daerah.