SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

Alumni AAP/STPM Santa Ursula Ende di Timor-Leste Kenang Jasa Sr. Ferdinanda Ngao, OSU

Jarak geografis dan perbedaan generasi tidak menghapus ikatan seseorang dengan almamaternya. Bagi keluarga besar alumni Akademi Administrasi Pembangunan (AAP)/Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende di Timor-Leste, kenangan tentang Sr. Ferdinanda Ngao, OSU, tetap hidup melalui karya, pendampingan, dan jejak kepemimpinan yang diwariskannya.

Kenangan tersebut terungkap dalam perayaan Misa Arwah untuk mengenang almarhumah, yang berlangsung di Kapela Sagrada Família Bebonuk, Paroki Santo Yoseph Aimutin, Keuskupan Agung Dili, pada Sabtu, 5 September 2026. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Mino, CMF, dan dihadiri para alumni yang datang dari Dili, Baucau, dan Ermera.

Hadir pula para suster Ursulin dan para novis dari Rumah Pembinaan Ursulin Dili, termasuk Sr. Rosa, OSU. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi para alumni untuk mendoakan almarhumah sekaligus mengenang kontribusinya dalam perjalanan pendidikan di AAP/STPM Santa Ursula Ende.

Bagi Balbunga Menge, salah seorang alumni yang pernah merasakan langsung pendampingan Sr. Ferdinanda selama beberapa semester, Misa Arwah tersebut memiliki makna lebih dari sekadar peringatan.

“Misa ini kami rayakan untuk mengenang jasa-jasa Suster Ferdin selama memimpin AAP Santa Ursula Ende atas kontribusi dan usaha beliau dalam memajukan pendidikan, sebagai motivasi bagi kami alumni,” ungkap Balbunga.

Pengalaman para alumni terhadap Sr. Ferdinanda tidak selalu sama. Sebagian pernah berinteraksi langsung dengannya selama masa pendidikan, sementara yang lain hanya mengenal kiprah dan warisan kepemimpinannya melalui cerita serta kegiatan yang terus dikenang hingga sekarang.

Meski tidak sempat bertemu langsung dengan almarhumah ketika masih kuliah, sejumlah alumni tetap merasakan arti dari karya yang ditinggalkannya. Hal ini memperlihatkan bagaimana pengabdian seorang pendidik dapat melampaui masa kepemimpinannya dan terus memberikan makna bagi generasi berikutnya.

Placido Maia dan Abraão Guterres, misalnya, mengenang kegiatan organisasi mahasiswa Ormawa STPM Cup sebagai salah satu peninggalan penting yang dirintis pada masa kepemimpinan Sr. Ferdinanda. Bagi mereka, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengalaman dan sejarah kehidupan kampus yang patut dikenang.

Sementara itu, Florida Kedo menyampaikan rasa syukur karena dapat mengambil bagian dalam Misa Arwah tersebut, meskipun dirinya belum sempat menyelesaikan studi di almamater. Kehadirannya menunjukkan bahwa ikatan dengan kampus dan orang-orang yang pernah berkontribusi di dalamnya dapat tetap terpelihara dalam berbagai perjalanan hidup.

Terselenggaranya Misa Arwah ini merupakan hasil kerja sama dan kontribusi para alumni yang berada di sejumlah wilayah Timor-Leste. Dukungan dari alumni di Dili, Baucau, dan Ermera menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertemuan tersebut.

Janu Correia, salah seorang alumni yang juga pernah merasakan pendampingan Sr. Ferdinanda, turut menyampaikan peran kebersamaan para alumni dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa hubungan yang terbangun selama masa pendidikan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan kampus. Ikatan itu dapat terus tumbuh melalui kepedulian, komunikasi, dan kesediaan untuk bergerak bersama dalam mengenang sosok yang pernah memberi arti bagi kehidupan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Daniel Nunes juga hadir mewakili istrinya, Cecilia Pereira, alumni STPM Santa Ursula Ende yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kehadiran para alumni dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang beragam memperkaya makna pertemuan tersebut. Mereka datang bukan hanya untuk mengenang seorang mantan pemimpin, tetapi juga untuk memperkuat hubungan persaudaraan yang telah terjalin melalui almamater yang sama.

Usai perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke tempat peristirahatan terakhir Sr. Ferdinanda Ngao, OSU, di Perkuburan Umum Rai-kotu, Dili. Para alumni menyalakan lilin sebagai ungkapan penghormatan dan kenangan kepada almarhumah.

Momen ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan yang menghubungkan doa dengan ingatan atas perjalanan hidup dan pengabdian seorang pendidik. Dalam suasana khidmat, para alumni kembali mengenang sosok yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan dan kehidupan kampus.

Kegiatan kemudian ditutup dengan acara ramah tamah di kediaman Balbunga Menge dan Janu Correia di Bebonuk. Suasana kekeluargaan memberikan kesempatan bagi para alumni dari berbagai wilayah untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan mempererat hubungan yang mungkin telah lama terpisah oleh jarak serta kesibukan masing-masing.

Perjumpaan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan, sebab persaudaraan alumni tidak hanya terpelihara melalui kenangan masa lalu, tetapi juga melalui kesempatan untuk kembali hadir dan saling menguatkan pada masa kini.

Misa Arwah dan rangkaian kegiatan mengenang Sr. Ferdinanda Ngao, OSU, menjadi pengingat bahwa kontribusi seorang pendidik tidak selalu berakhir bersama masa tugasnya. Nilai dari pendampingan, kepemimpinan, dan upaya memajukan pendidikan dapat terus hidup melalui pengalaman serta ingatan orang-orang yang pernah merasakannya.

Bagi alumni AAP/STPM Santa Ursula Ende di Timor-Leste, penghormatan kepada Sr. Ferdinanda sekaligus menjadi kesempatan untuk merawat kembali ikatan dengan sesama alumni dan almamater.

Dari Dili, Baucau, hingga Ermera, mereka dipertemukan oleh sejarah pendidikan yang sama dan kenangan terhadap sosok yang telah mengambil bagian dalam perjalanan tersebut. Melalui doa, ziarah, dan kebersamaan, para alumni tidak hanya mengenang jasa seorang pendidik, tetapi juga meneguhkan kembali persaudaraan yang tetap terjalin melampaui batas wilayah dan negara.

Related Posts