SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

STPM Santa Ursula Hadir dan Berbagi: Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Flores

Ende, Agustus 2026 — Di tengah situasi kebencanaan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Pulau Flores, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Melalui keterlibatan para suster, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, STPM Santa Ursula menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen STPM Santa Ursula untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit. Bantuan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat terdampak secara langsung, tetapi juga disalurkan melalui jejaring sosial yang selama ini terbangun antara kampus, mahasiswa, orang tua asuh, komunitas, serta masyarakat di wilayah tempat mahasiswa menjalankan kegiatan pengabdian.

Rangkaian kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap, mulai 18–19 Agustus 2026, dilanjutkan pada 26 Agustus 2026, dan kemudian melalui kegiatan penjemputan mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula sekaligus penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah tempat mahasiswa melaksanakan KKN.

18–19 Agustus 2026: STPM Santa Ursula Salurkan Bantuan di Wilayah Aesesa dan Nangaroro

Rangkaian aksi kepedulian STPM Santa Ursula dimulai pada 18–19 Agustus 2026. Pada kesempatan tersebut, para suster, dosen, dan mahasiswa STPM Santa Ursula bergerak menyalurkan bantuan sembako kepada sejumlah titik yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Salah satu lokasi utama penyaluran bantuan adalah Gereja Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bantuan sembako dari STPM Santa Ursula diserahkan kepada posko gereja untuk selanjutnya mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Penyaluran bantuan juga dilakukan kepada kerabat Sr. Eti Lopa, OSU, mantan Kepala Sekolah SMPK Santa Ursula Ende, yang berada di wilayah Desa Watukesu, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, STPM Santa Ursula memberikan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa. Salah satu titik penyaluran merupakan rumah warga yang juga menjadi orang tua asuh mahasiswa KKN STPM Santa Ursula pada tahun 2025.

Kehadiran STPM Santa Ursula di wilayah tersebut menjadi bentuk nyata hubungan yang telah terbangun antara institusi pendidikan dengan masyarakat. Relasi yang sebelumnya terjalin melalui kegiatan akademik dan pengabdian mahasiswa kemudian berkembang menjadi jejaring solidaritas ketika masyarakat menghadapi situasi kebencanaan.

Bantuan pada rangkaian kegiatan tersebut juga disalurkan kepada perwakilan masyarakat Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Desa Woedoa merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Nangaroro yang menjadi bagian dari jejaring masyarakat dan orang tua asuh mahasiswa STPM Santa Ursula. Data wilayah juga menempatkan Woedoa sebagai salah satu desa di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

26 Agustus 2026: Menjangkau Masyarakat di Kecamatan Mauponggo

Kepedulian STPM Santa Ursula berlanjut pada 26 Agustus 2026. Pada kegiatan ini, para suster, tenaga kependidikan, serta sejumlah mahasiswa STPM Santa Ursula kembali bergerak menuju wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Salah satu lokasi sasaran adalah Posko Utama Paroki Santo Yosep Doki, yang berada di Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Di lokasi tersebut, bantuan diserahkan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Selain melalui posko utama, bantuan sembako juga diberikan kepada perwakilan masyarakat Desa Ua, khususnya di lingkungan Loka Pau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada perwakilan masyarakat Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, khususnya di lingkungan Poma Dhedhu.

Secara administratif, Desa Ua dan Desa Kotagana berada di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Data administrasi wilayah menempatkan Ua sebagai desa di Kecamatan Mauponggo, sementara Kotagana juga tercatat sebagai desa di kecamatan yang sama.

Penyaluran bantuan tersebut menunjukkan bahwa perhatian STPM Santa Ursula tidak berhenti pada satu titik lokasi, tetapi diarahkan kepada sejumlah komunitas yang membutuhkan dukungan.

Penjemputan Mahasiswa KKN Gentaskin Sekaligus Penyaluran Bantuan

Selain penyaluran bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak, STPM Santa Ursula juga melaksanakan penjemputan mahasiswa KKN Gentaskin yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan penjemputan mahasiswa menjadi momentum penting karena mahasiswa KKN Gentaskin tidak hanya menjalankan tugas akademik dan pengabdian masyarakat, tetapi juga berada secara langsung di tengah komunitas ketika situasi kebencanaan terjadi.

Dalam rangkaian penjemputan tersebut, STPM Santa Ursula sekaligus membawa dan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat melalui posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah desa yang menjadi lokasi keberadaan mahasiswa dan jejaring orang tua asuh.

1. Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo

Penyaluran bantuan dilakukan di posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula di Desa Woedoa.

Desa Woedoa berada di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Wilayah ini menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian penyaluran bantuan karena memiliki hubungan langsung dengan kegiatan KKN dan jejaring orang tua asuh mahasiswa STPM Santa Ursula.

2. Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo

Bantuan berikutnya disalurkan di posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula di Desa Bidoa.

Desa Bidoa merupakan salah satu desa di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Data wilayah Kecamatan Nangaroro mencatat Bidoa sebagai salah satu desa dalam wilayah administratif tersebut.

3. Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo

Penyaluran sembako juga dilakukan di posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula di Desa Ulupulu.

Desa Ulupulu berada di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Melalui penyaluran di Ulupulu, STPM Santa Ursula kembali memperkuat hubungan dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian mahasiswa di wilayah tersebut.

4. Desa Kotakeo Dua/Kotakeo II, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo

Bantuan selanjutnya disalurkan melalui posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin di Desa Kotakeo Dua, yang dalam sejumlah data juga ditulis sebagai Kotakeo II.

Wilayah tersebut berada di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Data wilayah Kecamatan Nangaroro mencatat Kotakeo II sebagai salah satu desa dalam kecamatan tersebut.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya STPM Santa Ursula untuk menjangkau masyarakat melalui jaringan orang tua asuh mahasiswa yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN.

5. Desa Compang Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur

Rangkaian penyaluran bantuan kemudian menjangkau wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan sembako disalurkan melalui posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula di Desa Compang Loni.

Desa Compang Loni berada di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Data pemerintah juga mencatat Compang Loni sebagai salah satu desa di Kecamatan Rana Mese.

Keberadaan mahasiswa KKN di wilayah ini menjadi jembatan penting antara STPM Santa Ursula dengan masyarakat setempat. Penyaluran bantuan melalui orang tua asuh sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan yang terbangun selama pelaksanaan KKN memiliki nilai sosial yang terus berlanjut.

6. Desa Compang Teber, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur

Penyaluran bantuan juga dilakukan di posko orang tua asuh mahasiswa KKN Gentaskin STPM Santa Ursula di Desa Compang Teber.

Desa Compang Teber berada di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menyebut Compang Teber sebagai salah satu desa yang berada di Kecamatan Rana Mese.

Dengan menjangkau Compang Loni dan Compang Teber, STPM Santa Ursula memperluas aksi solidaritas hingga wilayah Manggarai Timur, khususnya komunitas yang memiliki keterhubungan dengan kegiatan KKN Gentaskin.

Orang Tua Asuh Menjadi Bagian Penting dalam Solidaritas

Penyaluran bantuan melalui orang tua asuh mahasiswa KKN memiliki makna tersendiri bagi STPM Santa Ursula. Orang tua asuh bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama berada di lokasi KKN, tetapi juga menjadi mitra yang membantu mahasiswa beradaptasi, berinteraksi, dan menjalankan berbagai program pengabdian di tengah masyarakat.

Dalam situasi bencana, hubungan tersebut berkembang menjadi jaringan solidaritas. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, STPM Santa Ursula berupaya hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang memiliki tanggung jawab sosial.

Bantuan sembako yang disalurkan menjadi simbol kepedulian dan dukungan moral kepada masyarakat agar mereka tidak merasa menghadapi situasi sulit seorang diri.

Dari Kampus untuk Masyarakat

Rangkaian kegiatan pada 18–19 Agustus, 26 Agustus, serta kegiatan penjemputan mahasiswa KKN Gentaskin menunjukkan konsistensi STPM Santa Ursula dalam merespons kondisi masyarakat di tengah situasi bencana yang terjadi di Flores.

Keterlibatan suster, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta jejaring orang tua asuh memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berarti. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep pembangunan masyarakat di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat menghadapi situasi krisis, bagaimana solidaritas dibangun, dan bagaimana bantuan dapat diberikan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan.

STPM Santa Ursula: Hadir, Peduli, dan Berbagi

Melalui rangkaian aksi kemanusiaan tersebut, STPM Santa Ursula menegaskan komitmennya untuk terus hadir, peduli, dan berbagi bersama masyarakat Flores.

Bantuan sembako yang disalurkan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana. Namun, kehadiran dan kepedulian yang diberikan menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan dan kekuatan sosial masyarakat untuk menghadapi masa-masa sulit.

Dari Ende, semangat solidaritas bergerak menuju berbagai wilayah di Flores. Dari kampus, kepedulian menjangkau masyarakat. Dari relasi KKN dan orang tua asuh, tumbuh sebuah jaringan kemanusiaan yang mempertemukan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, suster, dan masyarakat dalam satu semangat: saling membantu, saling menguatkan, dan berjalan bersama menghadapi situasi bencana.

STPM Santa Ursula percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pendidikan juga hadir ketika civitas akademika turun ke tengah masyarakat, mendengarkan, memahami, membantu, dan berbagi. Dalam situasi bencana, STPM Santa Ursula memilih untuk tetap hadir—bersama masyarakat, untuk masyarakat, dan demi kemanusiaan.