Dalam upaya memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, Dr. Bartholy Antony Surya Lengo, S.IP., M.P.A., melakukan kunjungan akademik ke Program Studi Pembangunan Sosial, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta, Selasa, 3 November 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis STPM Santa Ursula Ende dalam menjajaki peluang kerja sama dan mengembangkan kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi yang memiliki perhatian serta konsentrasi keilmuan pada bidang pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbuka ruang komunikasi dan pertukaran gagasan yang dapat menjadi landasan bagi pengembangan kemitraan antarlembaga secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ketua STPM Santa Ursula Ende berkesempatan berdiskusi dengan Ketua Program Studi Pembangunan Sosial STPMD “APMD” Yogyakarta, Dra. MC. Candra Rusmala Dibyorini, M.Si. Diskusi berfokus pada berbagai peluang pengembangan sinergi akademik, khususnya dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program Studi Pembangunan Sosial STPMD “APMD” sendiri memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan keilmuan pembangunan sosial. Program studi ini berawal dari Ilmu Sosiatri yang berdiri pada 9 Januari 1987 dan kemudian mengalami perubahan nomenklatur menjadi Pembangunan Sosial pada tahun 2020. Dalam pengembangannya, program studi tersebut memberikan perhatian pada berbagai persoalan sosial serta upaya mencari solusi melalui pemberdayaan masyarakat, kebijakan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bahkan, pengembangan keilmuan Pembangunan Sosial di STPMD “APMD” memiliki tiga konsentrasi utama, yakni pelayanan sosial, kebijakan sosial, dan pemberdayaan. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang memiliki kapasitas untuk memahami, memperjuangkan, dan memenuhi hak-haknya. Hal ini menjadi salah satu ruang potensial bagi pertukaran pengalaman akademik dan pengembangan perspektif keilmuan antara kedua institusi.
Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama Ketua STPMD “APMD” Yogyakarta, Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi kelembagaan, bertukar pandangan mengenai pengembangan pendidikan tinggi, sekaligus menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama strategis yang dapat dikembangkan oleh kedua perguruan tinggi.
Sejumlah bidang potensial menjadi perhatian dalam penjajakan kolaborasi tersebut. Di antaranya penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; pengembangan kapasitas kelembagaan dan tata kelola perguruan tinggi; pembelajaran kolaboratif melalui kuliah tamu, diskusi akademik, serta pertukaran pengalaman dosen dan mahasiswa; hingga penguatan publikasi ilmiah, pengelolaan jurnal, dan pengembangan jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah maupun berbagai pemangku kepentingan pembangunan.
Kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi salah satu peluang penting yang dapat dikembangkan. Kedua institusi memiliki ruang untuk mempertemukan perspektif akademik dengan realitas persoalan pembangunan di wilayah masing-masing. Berbagai isu seperti pemberdayaan masyarakat desa, penguatan kapasitas kelembagaan lokal, tata kelola pemerintahan desa, kebijakan sosial, pengembangan ekonomi masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan dapat menjadi ruang kolaborasi melalui penelitian bersama, pendampingan komunitas, maupun kegiatan pengabdian lintas wilayah.
Bagi STPM Santa Ursula Ende, penjajakan ini memiliki arti penting dalam memperkuat pelaksanaan visi dan misi institusi, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang pemerintahan dan pembangunan sosial serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Pengembangan kerja sama dengan STPMD “APMD” juga diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik dosen dan mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan metode pembelajaran, serta pemanfaatan pengalaman praktis dari berbagai konteks pembangunan masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus membuka peluang untuk mempertemukan pengalaman dan potensi akademik kedua perguruan tinggi yang berada di wilayah berbeda, yakni Nusa Tenggara Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perbedaan karakteristik sosial, budaya, ekonomi, dan tata kelola masyarakat di kedua wilayah dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga dalam mengembangkan kajian pembangunan sosial yang lebih kontekstual, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kunjungan akademik ini, STPM Santa Ursula Ende berharap komunikasi dan penjajakan yang telah dibangun dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan bidang prioritas, penyusunan agenda kegiatan bersama, serta perumusan bentuk kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing institusi. Dengan demikian, kerja sama yang dirintis tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program kolaboratif yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah STPM Santa Ursula Ende dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan penggerak pembangunan daerah.
Membangun jejaring, menyatukan gagasan, dan memperkuat kolaborasi untuk kemajuan pendidikan tinggi serta pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.










