SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

STPM Santa Ursula Ende Bekali Calon Wisudawan Hadapi Persaingan Dunia Kerja

Memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah sarjana. Kemampuan mengenali peluang, menyiapkan dokumen lamaran, memahami proses rekrutmen, serta beradaptasi dengan perubahan kebutuhan profesional menjadi bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende menggelar seminar dunia kerja bagi ratusan calon wisudawan di Aula STPM Santa Ursula, Jumat (16/10/2026). Mengusung tema “Lulusan Inovatif, Berkarakter Serviam, dan Berkontribusi untuk Tata Kelola Pembangunan Berkelanjutan”, kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa mempersiapkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Seminar tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Para peserta memperoleh gambaran mengenai jalur karier di sektor pemerintahan, perbankan, pendampingan pembangunan, hingga ekonomi digital.

Wakil Ketua STPM Santa Ursula Ende, Konfridus R. Buku, S.Fil., M.Sosio., menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam kehidupan profesional.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya terlihat dari proses pembelajaran dan kelulusan mahasiswa, tetapi juga dari kemampuan alumni memasuki dunia kerja serta menggunakan kompetensinya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Seminar hari ini tidak sekadar dilihat sebagai kegiatan rutin untuk mengisi persiapan wisuda. Kami ingin calon wisudawan dibekali dengan kemampuan untuk mengakses dunia kerja,” jelas Konfridus.

Ia menambahkan, selama kurang lebih empat tahun, mahasiswa telah memperoleh bekal akademik melalui Program Studi Pembangunan Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Pengetahuan tersebut perlu dikembangkan menjadi kemampuan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.

Karena itu, calon wisudawan didorong untuk tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memahami persyaratan administratif, mengasah keterampilan teknis, serta mengenali kompetensi yang dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Konfridus juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Ia berharap kegiatan ini membantu mahasiswa melihat lebih banyak pilihan karier, baik di lembaga pemerintahan, perbankan, perusahaan swasta, maupun ekosistem ekonomi digital.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas, seminar menghadirkan empat narasumber dengan pengalaman dan bidang kerja yang berbeda. Materi yang disampaikan mencakup persiapan mengikuti seleksi ASN, teknik melamar pekerjaan, profesi pendamping pembangunan, dan peluang kemitraan dalam ekonomi digital.

Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BPSDM Kabupaten Ende, Gregorius Hendriques Bonedjata, S.T., membawakan materi mengenai mekanisme seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan seleksi yang perlu dipahami oleh calon pelamar sebagai bekal mengikuti proses rekrutmen hingga dinyatakan lulus. Materi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya memahami mekanisme penerimaan serta mempersiapkan diri sesuai persyaratan yang berlaku.

Bagi calon sarjana yang tertarik berkarier di sektor pemerintahan, pemahaman mengenai proses seleksi menjadi salah satu langkah awal dalam menyusun rencana karier secara lebih terarah.

Persiapan memasuki lingkungan kerja profesional menjadi fokus materi yang disampaikan Customer Service BNI Ende, Leda Nero Parannuan Paloga, S.Pd., melalui topik “From Campus to Career”.

Ia membahas sejumlah aspek mendasar dalam proses melamar pekerjaan, mulai dari penyusunan curriculum vitae (CV), penulisan surat lamaran, hingga persiapan menghadapi wawancara kerja.

Materi tersebut mengingatkan calon wisudawan bahwa kemampuan akademik perlu didukung dengan keterampilan memperkenalkan diri secara profesional. Dokumen lamaran yang disusun dengan baik dan kesiapan menghadapi wawancara dapat menjadi bagian penting dalam proses pencarian pekerjaan.

Peluang karier dalam pembangunan masyarakat diperkenalkan oleh Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Adolf Sapu Hiu, S.T.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan tenaga pendamping yang kompeten dan profesional untuk mendukung pelaksanaan pembangunan. Bidang ini menjadi salah satu ruang pengabdian yang relevan bagi lulusan dengan latar belakang pembangunan sosial dan ilmu pemerintahan.

Melalui materi tersebut, mahasiswa memperoleh perspektif mengenai peluang untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung dalam proses pembangunan dan pendampingan masyarakat.

Sementara itu, Manager Partner Grab Area Ende, Bernadetha Evalyn, memperkenalkan peluang kemitraan dalam ekosistem ekonomi digital.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah memperluas bentuk partisipasi masyarakat dalam dunia kerja. Peluang ekonomi tidak selalu hadir melalui lowongan pekerjaan formal, tetapi juga melalui skema kemitraan yang berkembang seiring pemanfaatan platform digital.

“Grab merupakan salah satu platform digital yang menawarkan berbagai layanan untuk memudahkan pelanggan. Sistem kerja sama di Grab menggunakan sistem kemitraan,” jelas Bernadetha.

Ia mengajak mahasiswa untuk memahami perubahan pola kerja dan melihat perkembangan teknologi sebagai salah satu peluang yang dapat dipertimbangkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para calon wisudawan mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber dan memperdalam pemahaman mengenai proses rekrutmen, persiapan melamar pekerjaan, profesi pendamping pembangunan, serta peluang di sektor ekonomi digital.

Diskusi ini menjadi bagian penting dari kegiatan karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Melalui seminar tersebut, STPM Santa Ursula Ende menegaskan pentingnya mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga mampu mengenali peluang, mengembangkan kompetensi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan profesional.

Sejalan dengan tema kegiatan, karakter Serviam juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan karier perlu berjalan bersama integritas dan semangat pengabdian. Para calon wisudawan diharapkan mampu menggunakan ilmu dan keterampilannya secara bertanggung jawab serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Menjelang wisuda, seminar ini menjadi salah satu langkah persiapan bagi para calon sarjana untuk memasuki babak baru setelah kampus—dengan wawasan yang lebih luas mengenai pilihan karier dan tanggung jawab yang menyertai gelar akademik mereka.

Related Posts