Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Migrasi dan Tindak Perdagangan Orang (TPO) di Flores – Nusa Tenggara Timur” pada 2 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk membedah persoalan migrasi dan risiko tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi isu krusial di wilayah NTT.
Seminar menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang akademisi dan praktisi. Dua dosen STPM Santa Ursula, Helenerius Ajo Leda dan Patricius M. Botha, memaparkan perspektif akademik terkait dinamika migrasi serta dampaknya terhadap pembangunan sosial masyarakat.
Turut hadir sebagai pembicara Porkarius D. D. Ngole, SVD dari TRUK-F Maumere, yang membagikan pengalaman advokasi dan pendampingan korban perdagangan orang di wilayah Flores. Sementara itu, Wisnu Prasadja dari Yayasan Kusuma Buana bergabung secara daring melalui Zoom dan mengulas praktik pencegahan serta perlindungan pekerja migran dari perspektif organisasi masyarakat sipil.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kerja Sama STPM Santa Ursula, Ngea Andreas. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan, termasuk persoalan migrasi dan perdagangan orang yang berdampak luas pada keluarga dan komunitas di NTT.
Seminar ini dipandu oleh panitia pelaksana dengan Penanggung Jawab Kegiatan (PIC), Petronela S. Kedan. Kegiatan dihadiri oleh ratusan mahasiswa STPM Santa Ursula yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi pemaparan dan diskusi. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait faktor pendorong migrasi, pola rekrutmen ilegal, serta strategi pencegahan berbasis komunitas.
Sebagai bentuk apresiasi partisipasi, seluruh peserta seminar memperoleh sertifikat keikutsertaan. Melalui kegiatan ini, STPM Santa Ursula berharap mahasiswa tidak hanya memahami isu migrasi dan TPO secara teoritis, tetapi juga terdorong untuk berperan aktif dalam upaya edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat.






