Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula. Program Studi Ilmu Sosiatri resmi meraih status Akreditasi Unggul, sebagai bentuk pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang memenuhi standar nasional tertinggi.
Status Akreditasi Unggul tersebut ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAM-SPAK) setelah melalui rangkaian proses evaluasi yang komprehensif, mulai dari asesmen kecukupan dokumen hingga asesmen lapangan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi STPM Santa Ursula, khususnya bagi Program Studi Ilmu Sosiatri, dalam memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua STPM Santa Ursula menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kerja keras dan kolaborasi yang solid selama proses akreditasi berlangsung. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun tata kelola program studi yang profesional, sistem penjaminan mutu internal yang konsisten, serta penguatan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Akreditasi Unggul juga mencerminkan kualitas dosen, produktivitas penelitian, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan sosial, serta jejaring kerja sama yang dibangun dengan berbagai mitra strategis. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai turut menjadi bagian dari aspek penilaian.
Dengan diraihnya status ini, Program Studi Ilmu Sosiatri STPM Santa Ursula diharapkan semakin meningkatkan daya saing lulusan di tingkat regional maupun nasional. Kampus juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi akademik dan penguatan kapasitas kelembagaan guna mempertahankan dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan.
Capaian Akreditasi Unggul ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika STPM Santa Ursula untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur.






