SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

Tarian Teke, Generasi Muda, dan Refleksi Pembangunan: Proyek Inovatif Mahasiswa Sosiatri STPM Santa Ursula

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sosiatri STPM Santa Ursula kembali menampilkan kreativitas dan refleksi sosial melalui proyek mata kuliah Isu-Isu Pembangunan Kontemporer (IIPK) dengan menggelar pertunjukan bertema “Gen Z dalam Pembangunan Kontemporer”. Yang menarik, gagasan tersebut dituangkan dalam bentuk tarian adat Teke — tarian tradisional khas Kabupaten Nagekeo, Flores, yang sarat makna sosial, spiritual, dan simbol kebersamaan.

Kegiatan yang berlangsung di Hall STPM Santa Ursula ini menghadirkan suasana budaya yang kuat. Mahasiswa tampil dengan busana tenun khas Nagekeo, mengiringi gerakan kaki yang menghentak serempak seirama dengan lagu tradisional. Melalui gerakan ritmis dan formasi lingkaran, mereka menggambarkan hubungan erat antara manusia, alam, dan komunitas, sekaligus memaknai kembali posisi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan masa kini.

Dosen pengampu mata kuliah, Ibu Petronela, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran reflektif dan kreatif, di mana mahasiswa diajak menafsirkan isu pembangunan bukan sekadar dari teori, tetapi juga melalui bahasa budaya dan ekspresi seni. Menurutnya, mengangkat Teke sebagai media ekspresi menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal dapat berdialog dengan realitas global, dan seni tradisional dapat menjadi ruang kritik terhadap arah pembangunan yang sering melupakan dimensi sosial dan moral.

“Tarian Teke mengajarkan solidaritas dan disiplin, dua nilai yang relevan dengan semangat Gen Z yang hidup di tengah perubahan cepat. Melalui gerakan dan ritme, mahasiswa menyampaikan pesan bahwa pembangunan tidak akan berarti tanpa keterlibatan manusia yang berakar pada nilai kejujuran, gotong royong, dan kesadaran ekologis,” ujarnya.

Melalui proyek ini, mahasiswa Sosiatri menegaskan bahwa pembangunan sejati harus bersifat inklusif dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Generasi muda perlu melihat kemajuan bukan hanya dari aspek teknologi, tetapi juga dari bagaimana manusia menjaga relasi sosial, alam, dan tradisi.

“Generasi muda bukan hanya penonton pembangunan, tetapi pelaku yang membawa nilai baru—nilai yang lahir dari akar budaya sendiri,” ujar salah satu mahasiswa penampil, menggambarkan semangat kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STPM Santa Ursula mampu berbicara tentang pembangunan kontemporer dengan cara yang kreatif, reflektif, dan berakar pada tradisi. Melalui hentakan kaki Teke, mereka seolah menegaskan bahwa masa depan pembangunan Indonesia harus berpijak pada tanah budaya sendiri — kuat, hidup, dan penuh makna.