SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SANTA URSULA

Penanaman 6.000 Mangrove di Teluk Kaburea: Upaya STPM Santa Ursula Mendukung Konservasi dan Ekonomi Lokal

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata (STPM) Santa Ursula kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pada Rabu, 24 Januari 2024, mereka melakukan aksi penanaman sebanyak 6.000 anakan mangrove di Teluk Kaburea, Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan STPM Santa Ursula untuk berkontribusi pada konservasi ekosistem pesisir, serta memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal. Penanaman mangrove ini sangat penting karena hutan mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami dari abrasi pantai, habitat bagi berbagai spesies laut, dan sumber mata pencaharian bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Aksi penanaman masif ini mendapat dukungan penuh dari Dana Terra, sebuah program kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Ford Foundation. Dana Terra dirancang untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat melalui inisiatif yang mendukung kelestarian lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Melalui program ini, pendanaan diberikan untuk proyek-proyek yang membantu masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mengelola sumber daya alam mereka secara bijaksana. Keterlibatan Dana Terra dalam kegiatan di Teluk Kaburea ini menegaskan bahwa konservasi lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Tujuan utama program Dana Terra adalah membantu pemerintah Indonesia mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) 2030. Target ini merupakan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Dengan menanam mangrove, STPM Santa Ursula dan Dana Terra secara langsung berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, karena hutan mangrove merupakan salah satu penyerap karbon alami yang sangat efektif.

Kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat di Teluk Kaburea. Hutan mangrove yang kembali pulih akan melindungi desa dari ancaman gelombang pasang dan badai, serta menyediakan sumber daya perikanan yang melimpah. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara lembaga pendidikan, komunitas lokal, dan lembaga pendanaan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.